MAN 1 kota Padang Panjang Giatkan Pramuka Guna Pembentukan Karakter Peserta Didik

By fekrinovidra 12 Nov 2021, 06:06:01 WIB Ekstrakurikuler
MAN 1 kota Padang Panjang Giatkan Pramuka Guna Pembentukan Karakter Peserta Didik

MAN 1 Kota Padang Panjang (humas) Gugus  Depan 007/008 Ambalan KH Agus Salim- Zainatun  Nahar angkat kegiatan Perkajusami yang berlokasi di Sumpur, Batipuh Selatan.

Istilah Perkajusami merupakan singkatan Perkemahan Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu, mulai 11 sampai 14 November 2021. Kegiatan yang direncanakan selama 4 hari, tiga malam ini telah dirancang sejak beberapa bulan lalu dan dapat persetujuan oleh kepala madrasah.

Kegiatan pramuka  ini  diikuti sebanyak 202 orang peserta. Direncanakan  pelantikan calon Penegak Tamu, calon Bantara dan calon Laksana di bumi perkemahan.

Dapat dipaparkan bahwa  penanggung jawab sekaligus sebagai Kamabigus Gudep adalah  H. Julpiadi Hutabarat, S.Ag.M.S.I. Koordinator Albazar, S.Pd. Sekretaris Nila Fatmawati, S.Pd.I. 
Pembina:  Rahmad  Sidik, M.Pd. dan Dewi Puji Astuti, S.Pd.
Pelatih: Rahma Doni S.H. dan  Ani Arsya,  S.Pd.

Ketika upacara pelepasan peserta siang ini  Kepala MAN 1 Kota Padang Panjang menyampaikan bahwa kegiatan pramuka bertujuan untuk
meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Lebih lanjut kepmad menuturkan, "Dengan melihat alam  sekitar,  akan menimbulkan  rasa syukur atas  nikmat Allah yang selalu kita dapatkan setiap saat. Berikutnya,  bergabung dengan kegiatan  perkemahan dapat  mengenal lingkungan. Orang cerdas akan mengenal lingkungan dengan cepat,  tidak seperti katak dalam tempurung. Tidak merasa dunia ini selebar daun kelor, dan tidak merasa diri paling benar."

"Terakhir, pramuka itu bertujuan untuk  meningkatkan solidaritas dan kesatuan. Dengan demikian akan tercipta generasi muda yang cerdas, terampil, tangkas, dan tanggap terhadap sesuatu di lingkungan sekitarnya, " ungkap Julpiadi.

Ada yang paling mendasar di balik semua itu ketika  kita berada di lingkungan baru, seperti kata pepatah, manyauak di ilie-ilie, bakato di bawah-bawah. Dima bumi dipijak di sinan langik dijujuang. Artinya dalam pergaulan sesama  kita harus bicara dengan tidak menyombongkan diri dan menghindari kalimat yang  mengerdilkan orang lain meskipun yang dibicarakan itu benar.
Intinya,  kita harus bisa beradaptasi di lingkungan yang baru, berbuat dan bicara sesuai kebiasaan masyarakat setempat. Hal ini merupakan pahatan kata yang dapat jadi acuan sebelum bertutur dan berperilaku dimanapun kita berada. (Am)

 




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment