Bahasa Literasi Digital

By fekrinovidra 15 Okt 2021, 13:01:55 WIB Seputar Kampus
Bahasa Literasi Digital

Kamis 14 Oktober 2021 kepala MAN 1 Kota Padang Panjang H. Julfiadi Hutabarat, S.Ag. M.S.I .turut menjadi narasumber dalam Webinar tentang Kesiapan Masyarakat dalam Menghadapi Transformasi Digital  yang dilaksanakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh pegawai instansi pemerintah, guru, maupun siswa di Sumatera Barat.

Melia Fajrin bertindak sebagai moderator. Sementara keynote speaker dalam kegiatan ini adalah  Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah.S.P. Webinar  ini menyuguhkan lima narasumber yakni :  H.Julpiadi Hutabarat, S.Ag. M.S.I. Ridzky Surya, M.Abdi Azra, S.Pd, Mandradhitiya Kusuma P. M.Sc, dan Ari Utami. 

Dalam kesempatan ini Julfiadi menyampaikan topik,  penggunaan bahasa yang baik dan benar dalam literasi digital.

Julpiadi mengemukakan bahwa kehidupan sehari-hari apalagi di era digital ini, sangat diperlukan ilmu berkomunikasi. Khusus  bagi pelaku pendidikan, untuk menyampaikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik kita perlu bahasa. Di sisi lain, siswa selain berkomunikasi langsung dengan pendidiknya juga mendapatkan informasi melalui media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram dan lain-lain.

Sangat dianjurkan agar kita dapat mengemas bahasa yang baik dan benar agar dapat mempererat tali persahabatan satu sama lain. Sebaliknya jika di media sosial kita berbahasa serampangan tentu akan merusak hubungan yang sudah ada.

Menyikapi hal ini kita perlu lebih cerdas memilah bahasa sebab bahasa yang baik belum tentu benar dan bahasa yang benar belum tentu baik. Hal ini sangat tergantung kepada niat penggunaan bahasa itu sendiri. Jika kita memiliki niat yang baik maka akan muncullah bahasa yang baik pula, bukan bahasa mencaci maki serta bahasa menghasut atau mencemarkan nama baik,  Tukas Julpiadi.

Oleh sebab itu perlu kiranya kita memahami mana bahasa yang sesuai untuk anak-anak, mana bahasa yang cocok untuk remaja, dan mana pula bahasa yang pas untuk  kalangan dewasa. Bukankah Ali Bin Abi Tholib pernah berkata bahwa berkomunikasi lah kamu sesuai kadar mereka.

Ada beberapa jenis bahasa yang sering digunakan orang di media sosial. Ada bahasa yang baik dan benar yaitu bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, ada bahasa gaul, bahasa media massa seperti bahasa yang sering digunakan di surat kabar atau majalah, bahasa digital, bahasa emoji, serta bahasa mesin.  Karena itu kita dituntut agar  menggunakan bahasa tersebut sesuai dengan niat dan tujuan berkomunikasi.

Khusus bahasa yang digunakan di dalam dunia pendidikan, hendaklah menggunakan bahasa yang dapat memicu semangat siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan misalnya khusus kalangan muda saat ini lagi populernya aplikasi tik tok. Aplikasi  ini dapat digunakan untuk pembelajaran. Caranya adalah bagaimana kita mengisinya dengan berbagai pengetahuan.


Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat berbahasa di media sosial, diantaranya kita harus bertanggung jawab dengan apa yang kita tulis dengan mengedepankan rasa kebangsaan bukan bahasa yang tidak beretika yang sifatnya mengadu domba tidak pula bahasa curhat, mampu menahan emosi, berpikir ulang sebelum mengirim, memanfaatkan sisi positif, menelusuri kebenaran suatu informasi secara jeli, dan  selalu waspada serta jangan mudah percaya.

Jika kita selektif memilih bahasa yang baik dan benar sesuai dengan niat dan tujuan penulisan di dalam dunia literasi digital tentu media sosial akan dapat memberikan dampak positif terhadap diri pribadi maupun orang lain. Bukankah bahasa menunjukkan bangsa? Dengan bahasa, orang akan tahu siapa kita, dari mana, dan bagaimana pribadi kita.(am-humas)




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment